2 Februari 2018

ASUS ROG G703, Laptop Gaming Seharga Rp60 Juta


The beast already unleashed. Begitulah Asus memberikan tagline peluncuran tiga lini laptop ROG mutakhirnya di Indonesia. Ada tiga laptop ROG milik Asus yang dirilis dari bilangan SCBD Jakarta pada Kamis (1/2/2018) itu, yakni ROG Strix Scar Edition, ROG Strix Hero Edition, dan ROG G703.

The beast pada tagline itu tentu merujuk pada subyek tunggal. Ini bukanlah 'the beast' pada 'Fantastic Beasts and Where to Find Them', dimana monsternya banyak. Untuk itulah ada salah satu laptop yang menjadi the beast dari ketiganya. Ya, tepat kalau jawaban anda adalah ROG G703.


Asus ROG G703 bukan cuma menang di harga saja, akan tetapi ia dibekali pula dengan kemampuan kelas atas dari lini laptop gaming. Sebagai pengantar, laptop yang juga diberi nama ROG Chimera G703 ini mendapatkan award honoree bidang gaming di CES 2018. Penasaran dengan spesifikasinya? Kuy kita tengok saja...

Desain yang Kokoh

Body ROG G703 terbuat dari campuran metal yang kokoh dengan panel black-matte. Desain ROG selalu memunculkan garis-garis yang tegas dengan beberapa aksen orange dan logo ROG yang mencolok di bawah layar serta di bagian depan laptop.

Keyboard dibuat dengan sentuhan Aura RGB. Fitur ini akan memunculkan warna-warni yang bisa disesuaikan polanya ketika laptop sedang menyala. Kalau anda merasa jari anda cukup kesulitan dengan keyboard yang ada saat ini, ROG G703 menghadirkan panel keyboard dengan jarak yang cukup lega. Sekitar 2,5mm jaraknya dengan lengkung setiap tombolnya sebesar 0,3mm.


ROG G703 memiliki layar selebar 17,3 inci IPS Full-HD. Keistimewaan layar IPS ini bukan hanya terletak pada responsivitasnya yang akurat saja, atau anti-glare yang membuatnya tak akan silau apabila ditimpa cahaya, namun dilengkapi dengan kemampuan mencapai resfresh rate 144Hz. Sebab layar laptop ini ditopang oleh teknologi NVIDIA G-SYNC. Ini berarti tiada lagi tampilan yang patah-patah halus apalagi patah-patah kasar ketika bermain game dengan dengan pengaturan grafis paling tinggi.

Performa yang Gahar

ROG G703 diotaki oleh prosesor Intel Core i7-7820HK yang memungkinkannya mampu mencapai overclock di angka 4,3 GHz. Prosesor ini diklaim lebih tinggi sekitar 500MHz dibandingkan prosesor yang dipakai di laptop gaming yang lain, seperti Intel Core i7-700HQ. Untuk lebih mendongkrak performanya, prosesor di ROG G703 ini pun mendukung pengoperasian Intel Hyper-Threading, Speed Shift dan Turbo Boost 2.0 agar segala aktivitas dengan laptop yang satu ini bisa lebih cepat dan efisien.

Untuk mendukung kemampuan layar yang menawan, Asus pun memasang grafis dari GeForce GTX 1080 yang bisa mencapai overclock hingga 1,9 GHz. Otak grafis dari NVIDIA 10-Series ini memiliki 2560 CUDA Core yang telah mendukung pengoperasian Microsoft DirectX 12. Ya, benar-benar laptop yang difokuskan untuk gaming atau paling tidak buat kebutuhan multimedia.

Selain CPU dan GPU diatas, ROG G703 memiliki RAM 32GB DDR4 yang mampu mencapai overclock hingga 2800MHz. Ya, kecepatan overclocking tersebut melampaui rekan sejawatnya yang hanya berjalan pada 2133MHz. Asus juga menyediakan slot untuk RAM tambahan hingga mencapai 64GB.


Untuk mengantisipasi instalasi game berat, Asus memasang daya simpan sebesar 1TB dengan kecepatan 7200RPM SATA HDD. Namun buat yang ingin mempercepat kemampuan processing lalu lintas data, bisa juga dengan memasang SSD. Sebab ROG G703 telah menyediakan slot PCIE Gen3X4 untuk dua SSD masing-masing maksimal 256GB.

Laptop itu kalau hardware-nya sudah panas, biasanya performanya cenderung menurun. Ini pun tidak terkecuali laptop gaming, bahkan potensi panas untuk laptop gaming bisa lebih tinggi. Untuk itulah ROG G703 memasang Anti-Dust Cooling (ADC) atau sistem pendingin yang memungkinkan prosesor tetap dalam kondisi dingin. ADC ini bekerja dengan cara membersihkan debu-debu atau partikel yang berbahaya yang berpotensi mengganggu kerja hardware. Lewat kipas yang berputar secara simultan dan heat pipe yang terpisah, ADC bakal mencegah pembentukan kerak-kerak debu yang biasanya menempel dan menyebabkan panas.

Kesimpulan

Asus ROG G703 ini memang dibuat bukan untuk laptop umum. Seri ROG tidak disarankan dibeli oleh mereka yang berkawan dengan laptop hanya untuk diajak mengetik, browsing, dan pekerjaan ringan lainnya. Bukan apa-apa, laptop ini bobotnya cukup berat untuk dipakai menggantikan PC yang bisa dibawa kemana-mana. Ya, ROG G703 bobot bersihnya hampir 5kg. Belum lagi kalau membawa charger dan printilan bawaan lainnya.

Selain berat dan dimensinya yang tidak seumum laptop biasa, ROG G703 juga dikeluhkan karena harganya mahal. Ya, setidaknya mahal bagi yang tidak punya uang seperti saya. Laptop ini dibanderol secara resmi oleh Asus dengan harga Rp60.299.000.

Apakah harga itu cukup mahal? Saya rasa tidak. Pasalnya, lini ROG masih menjadi penyumbang yang cukup signifikan bagi market share laptop Asus. Padahal kalau dilihat-lihat, harga laptop ROG ini berkisar antara Rp18 jutaan hingga Rp90 jutaan, dan kenyataannya tetap banyak pembelinya. Jadi mungkin saya saja yang kere.

Admin di beberapa blog. Kunjungi personal blognya di Doel.web.id. Untuk menghubungi saya bisa ke email ini.

Silakan tinggalkan komentar ya, tapi jangan pakai anonim biar bisa dikunjungi balik...
EmoticonEmoticon