15 April 2018

Smartphone Asus, Snapdragon 636, dan Mengapa Ini Penting?


Kabar yang hilir mudik di media sosial tentang bakal dirilisnya smartphone terbaru Asus cukup menyita perhatian saya. Pasalnya, enggak biasanya akun media sosial resmi pabrikan komputer asal Taiwan ini melakukan serangan terbuka. Kepada siapa? Tentu terhadap kompetitornya yang sudah lebih dulu tampil di panggung pasar smartphone Indonesia.

Saat menampilkan pengumuman di akun media sosialnya, Asus menulis bahwa mereka bakal merilis Zenfone baru tanpa mengganggu acara TV. Ya, that's just savage. Anda tahu 'kan siapa yang disindir? Lalu beberapa hari kemudian si adminnya mengunggah status lagi yang berisi sindiran terhadap merek sebelah yang sering dijual dalam kondisi tanpa garansi resmi. Beberapa komentar pun menyerang status ini, namun entah adminnya yang berganti, atau justru Asus sedang percaya diri dengan smartphone yang bakal dirilisnya?

Asus Zenfone 5 Max (M1) ZB555KL. Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=YbAKX5Mry_s

Ada beberapa kata kunci yang diungkapkan oleh Country Marketing Manager Asus Indonesia, Galip Fu, soal smartphone Asus yang bakal dirilis ini. Kata kunci yang pertama adalah Snapdragon 636. Chipset ini memang chipset yang baru dari Qualcomm, yang memiliki performa 40% lebih baik dibandingkan pendahulunya Snapdragon 630. Kata kunci selanjutnya adalah smartphone ini merupakan seri Zenfone Max.

Snapdragon 636 dibuat dengan teknologi pabrikan 14nm, sama dengan Snapdragon seri 600 lainnya. Perbedaannya dengan yang lain terletak pada posisi Snapdragon 636 yang sepertinya dibuat untuk budget-smartphone yang menang spesifikasi tapi irit di dompet. Makanya 'pasien' pertama dari chipset ini adalah si anu yang sering dikenal dengan produk budget-smartphone-nya, yang juga bakal dirilis di tanah air pertengahan April 2018 ini.

Spesifikasi Snapdragon 636 memang terbilang cukup gahar, hampir menyamai Snapdragon 660 yang berada di kasta tertinggi Snapdragon seri 600. Perbedaan mencolok dengan Snapdragon 660 adalah pada clock frequency dari Kyro cores dan GPU. Snapdragon 660 mampu berjalan pada frekuensi puncak di angka 2,2 GHz, sementara Snapdragon 636 hanya mampu di angka 1,8 GHz saja. GPU pada Snapdragon 660 bisa dipasangi Adreno 512, sementara Snapdragon 636 hanya bisa sampai Adreno 509.

Dapur pacu ini kemudian berpengaruh pada performa yang sedikit tergambar dalam angka benchmark. Skor Antutu rata-rata untuk Snapdragon 660 mencapai 118000 dan Geekbench single core 1600 dan multi cores 5800. Sementara itu, Snapdragon 636 mentok di skor Antutu 110000, serta Geekbench single core 1329 dan multi cores 4859. Kalau melihat skor Antutu segitu, Snapdragon 636 bisa disandingkan dengan Mediatek Helio P10 yang dipakai ponsel khusus selfie yang sebentar lagi dirilis resmi di tanah air.

Zenfone 5 Yang Manakah? Atau...

Ya, intinya kalau dilihat dari kata kunci Snapdragon 636, smartphone terbaru Asus ini bakal bersaing di lini harga namun dari sisi spesifikasi pun tidak memalukan. Hanya saja, apa sih smartphone yang bakal dirilis ini? Smartphone Asus terbaru yang memakai Snapdragon 636 hanyalah Asus Zenfone 5 ZE620KL. Ya, kalau dilihat chipset-nya memang Zenfone tipe ini, hanya saja dilihat dari segi baterai, ZE620KL hanya memiliki catu daya sebesar 3300mAh, jauh dari seri Zenfone Max yang punya kapasitas diatas 4000mAh.

Asus Zenfone 5 ZE620KL dibanderol dengan harga TWD 11,990, resmi. Harga yang dipatok di pasaran Asia itu jika dirupiahkan mencapai Rp5,5 juta. Harga sebesar itu menurut saya cukup over-price, sebab merek sebelah dengan spesifikasi yang sama, bisa membanderol perangkatnya di bawah itu. Lagipula Zenfone 5 ZE620KL bukanlah seri Zenfone Max.

Zenfone 5 seri Max pun Asus membuatnya, yakni Asus Zenfone Max (M1) ZB555KL. Anggap saja ini pembaruan dari Zenfone Max Plus (M1) ZB570TL yang berprosesor MediaTek. Sayangnya, Asus Zenfone Max (M1) ZB555KL tidak memakai Snapdragon 636 tapi Snapdragon 425 serupa dengan Asus Zenfone 4 Max Pro, cuma beda tampilan. Harganya pun berada di kisaran Rp3,1 juta.

Lantas apakah Asus bakal menurunkan harga dari Zenfone 5 ZE620KL? Apakah Asus malah memilih melakukan upgrade Asus Zenfone Max (M1) ZB555KL dari sisi chipset? Jawaban ini patut ditunggu, sebab posisi Asus di pasar smartphone Indonesia layak didongkrak lagi oleh produk baru yang lebih menggigit. Posisi Asus sebagai pemain lama bakal cukup menentukan peta persaingan smartphone di Indonesia. Kita nantikan jawabannya pada 23 April mendatang.

Ps. Artikel ini kemungkinan bakal diupdate setelah 23 April nanti.

Hallo! Tentang saya bisa dibaca disini. Untuk menghubungi pun bisa ke email ini.

Silakan tinggalkan komentar ya, tapi jangan pakai anonim biar bisa dikunjungi balik dan jangan nitip backlink karena bakal terdeteksi spam by default... Thanks.
EmoticonEmoticon