3 September 2018

Review Boya BY-M1, Mikrofon Clip-On Murah Meriah


Boya BY-M1 merupakan mikrofon lavalier atau lazim disebut clip-on karena penggunaannya kerap dipasang dengan cara dijepit memakai klip. Mikrofon Boya jenis ini cukup populer di kalangan kreator konten karena instalasinya mudah, dan mungkin karena harganya murah.

Boya BY-M1 dibuat oleh Boya Audo Equipment Co., Ltd. Perusahaan ini berbasis di Shenzhen, Guangdong, Cina. Boya BY-M1 sendiri dirilis sudah cukup lama, yakni pada tahun 2014 silam. Mikrofon ini mulai terkenal dua tahun kemudian setelah banyak kreator konten memakainya di video YouTube.



Boya BY-M1 memiliki spesifikasi keluaran impedansi di <1000 Ω, mampu meredam kebisingan hingga >74 dB, dan frekuensi yang mampu ditanggapi berkisar 65 Hz hingga 18 KHz. Mikrofon ini terdiri atas kepala mikrofon yang bisa dibungkus oleh busa peredam angin, badan mikrofon yang terdiri dari tombol dan wadah memasang baterai berjenis LR44, konektor 3,5mm yang bisa diubah ke 1/4 inci dengan adaptor yang disertakan dalam paket pembelian.

Mikrofon, wadah baterai, dan konektor 3,5 mm dihubungkan oleh kabel sepanjang 6 meter. Panjangnya kabel ini memang cukup diperlukan ketika dilakukan perekaman di luar ruangan yang membutuhkan jarak antara alat perekam dan mikrofonnya. Namun apabila hal ini tak diperlukan, biarlah tergulung sejak pembelian saja.

Saya menemukan Boya BY-M1 ketika melakukan pencarian di BukaLapak untuk kategori mikrofon digital. Alasan pertama mikrofon ini dibeli karena budget saya betul-betul terbatas. Setelah beberapa pembelian tertentu, sisa budget saya di BukaDompet hanya tersisa Rp200.000. Ya iyalah kalau ada budget sejuta saja, pasti bukan ini yang dipilih. He-he-he.

Bagaimana hasil perekamannya?

Kata orang bilang, ada harga ada rupa. Begitupun dengan Boya BY-M1. Harganya yang 'cuma' Rp170-ribuan tentu tak bisa dibandingkan dengan mic shotgun dengan harga ratusan ribu hingga jutaan.

Ketika memakai Boya ini, hasilnya seperti terdengar bunyi deru angin sedikit. Ini mungkin disebabkan impedansi yang dihasilkan alat perekamnya kurang maksimal. Ya, saya memakai smartphone untuk merekam. Tetapi apabila dibandingkan dengan mikrofon bawaannya, suara yang dihasilkan dengan Boya sedikit lebih baik, meski tidak dikatakan jernih, tetapi ya memang lebih baik.

Lantas apakah Boya BY-M1 layak untuk dibeli? Sebetulnya tergantung kebutuhan dan budget. Kalau kebutuhannya hanya untuk live-streaming, mikrofon ini bisa diandalkan. Kalau anda memang membutuhkan mikrofon untuk kebutuhan yang lebih tinggi dari sekedar live-streaming di media sosial, alangkah lebih baik mikrofon ini tak usah dibeli. Cuma kalau budget-nya terbatas, seperti saya, mau apa?

Oh iya, simak nih proses unboxing-nya di video berikut ini:

Hallo! Tentang saya bisa dibaca disini. Untuk menghubungi pun bisa ke email ini.

2 comments

Review yang sangat menarik bang. Apabila ingin menciptakan sesuatu dengan hasil yang bisa bersaing harus menggunakan peralatan yang yang bagus dan tentunya mahal seperti bang doel bilang ada harga ada rupa. Barang tekhnologi hukumnya sudah seperti itu. Tapi semuanya kembali ke diri kita sendiri harus disesuaikan dengan kebutuhan dan badget

Siap, kalau mau hasil bagus, ternyata modalnya pun harus gede. Begitulah Bang Harman. Terima kasih sudah mampir.

Silakan tinggalkan komentar ya, tapi jangan pakai anonim biar bisa dikunjungi balik dan jangan nitip backlink karena bakal terdeteksi spam by default... Thanks.
EmoticonEmoticon