18 Maret 2019

Adakah Cara Mudah Mencari Uang di Internet?

Ada alasan mengapa sidebar trending post sepekan di blog ini selalu muncul artikel soal UC News. Alasan sederhananya karena artikel itu menempati page one dalam Google Search dalam beberapa kata kunci soal UC News. Namun ada alasan yang tidak sederhana yang bisa jadi pernah ada di alam imaji kita.

Berbicara soal internet, hal yang kerap terbayangkan adalah beberapa kemudahan yang didapat dunia digital ini. Salah satu kemudahan itu terkait pula dengan pemenuhan kebutuhan primer manusia: bertahan hidup. Ya, bertahan hidup zaman now tentu diaplikasikan dengan cara mencari uang. Maka kata kunci tentang 'mencari uang di internet' dan variasinya sering diketikkan banyak orang di kolom pencarian Google.

Saat pertama kali hadir, UC News memang menawarkan kemudahan dalam mencari uang. Artikel yang ketika di blog sendiri hanya mendapat views paling banyak ribuan, di platform tersebut dilipatgandakan hingga sepuluh kali. Secara penghasilan, banyak dari teman-teman yang merasakan lonjakan yang cukup besar dibandingkan platform blogger yang menjadi basis mereka.

Kabar ini tentu tersebar ke banyak orang. Sebab selain UC News sendiri mengiklankan di televisi hingga mem-blocking acara Hitam Putih dan menayangkan salah satu kreator UC News, kabar bahwa mudahnya mencari uang di internet lewat UC News tersebar begitu rupa. Saya pun kebagian berkahnya dengan membanjirnya kunjungan ke blog melalui artikel tutorial tentang menulis di UC News dan cara pembayaran lewat Payoneer.

Sampai saat ini kedua artikel tersebut masih menjadi 'artikel jangkar' yang menyumbang hampir 50% kunjungan. Dan apabila UC News masih menerapkan metode refferal, saya pun mungkin banyak kebanjiran fee penghasilan kreator. Sebab ada ribuan referensi yang mendaftar melalui link yang saya pasang di artikel tersebut.

Hal yang sama pun terjadi pada Payoneer. Sebelum saya mencopot kode refferal di artikel tentang Payoneer, saya mengantongi 127 refferal. Kalau dihitung, potensi penghasilan ditaksir mencapai Rp44 jutaan. Sayangnya, untuk mendapatkan fee refferal yang bernilai $25 per refferal tersebut, seseorang harus mendapatkan transfer dengan batas minimal senilai $100. Baru juga cair tiga kali senilai $75, Payoneer menaikkan batas minimalnya senilai $1,000. Kenaikan inilah yang menyebabkan saya mencopot kode refferal tersebut. Mungkin bakal saya pasang lagi sih, hehe



Sudah ya curhatnya...

Pada intinya, berkah akibat banyak orang mencari kata kunci 'mudahnya mencari uang di internet' masih menimpa saya. Alhamdulillah. Berkah ini semoga terus berlanjut dan semakin membesar di kemudian hari. Tapi pertanyaannya, memangnya semudah apa sih mencari uang di internet?

Pada beberapa kasus pemula (maaf, demi kemudahan untuk menyebut mereka yang baru terjun ke dunia internet), beberapa 'cara mudah' dalam mencari uang di internet kerap ditelan mentah-mentah. Cara ini pada akhirnya menjadi jebakan yang membuat para pemula ini mendapatkan pengalaman berharga: bahwa mencari uang di internet sama susahnya dengan dunia nyata. ~Ya karena operator di balik dunia maya ini orang-orang dari dunia nyata juga lah...

Saya mengetahui pemula kerap terjebak kedalam 'cara mudah' tadi, sebab saya adalah pemula dan pernah terjebak di dalamnya. Salah satu yang diklaim sebagai cara mudah mencari uang di internet adalah mengisi survey. Ya, mengisi survey apapun, baik tentang produk kecantikan, tiket perjalanan, pendidikan, sampai tentang politik. Satu survey biasanya memakan waktu 5 hingga 25 menit.

Mengapa saya menyebutnya jebakan? Karena sebetulnya survey itu sendiri bukan jebakan sih. Cuma karena dimunculkan bersamaan dengan cara mudah mencari uang di internet, akhirnya disebut sebagai jebakan. Bayangkan saja, satu isian survey dihargai sekitar 10 hingga 70 poin. Sementara untuk bisa dicairkan, dibutuhkan sekurangnya 5000 poin. Silakan dibayangkan berapa banyak survey yang diisi dan paket data yang dihabiskan untuk mencapai pencairan yang senilai dengan uang Rp50.000 itu. Betul-betul tidak mudah.

Cara mudah mencari uang selanjutnya yang menjebak para pemula adalah membuat blog untuk dipasangi iklan. Pada titik ini, motivasi membuat blog didasari dengan keinginan untuk mudah mendapatkan uang dengan hadirnya iklan. Ya sebetulnya tidak salah, namun kurang tepat. Sebab blog secara singkat merupakan manifestasi dari skill menulis, desain grafis, hingga videografi.

Pada awal kali membuat blog, yang waktu itu niche-nya tentang film, motivasi saya pun sama. Pencarian terhadap penyedia layanan iklan terus dilakukan, sebab saat itu Adsense belum berpihak. Berbagai platform periklanan seperti Chitika, Bidvertiser, Infolinks, sampai platform iklan afiliasi pernah saya coba. Kala itu blog saya penuh dengan banner. Setiap hari dipusingkan dengan bagaimana caranya agar blog tersebut tampil baik dan menghasilkan, tanpa ada pikiran tentang konten.

Pasca mendaftar beberapa kali, Adsense pun menerima saya. Sayangnya, hanya beberapa hari saja Adsense melakukan banned terhadap akun saya. Banned ini terjadi karena grafik penghasilan saya tak pernah kunjung naik, selalu $0 setiap harinya. Akhirnya saya mencoba untuk mengklik sendiri iklan tersebut, dan grafik itupun naik sekitar $0,5. Rasa senang atas kenaikan grafik itupun runtuh seketika, sebab ada notifikasi yang menyebut bahwa 'your account is disable'. Konyol sih, jadi ingin tertawa kalau mengingat kejadian ini.

Saya pun belum memahami saat itu kalau sebuah email yang pernah di-banned bakal selamanya di-blacklist oleh Adsense. Saya pun membuat email yang baru, dan ternyata hasilnya sama juga, terkena banned lagi tanpa melakukan apa-apa. Mungkin ada sepuluh kali mencoba selama sepuluh hari, dan hasilnya sama: banned! Nah, pengetahuan baru kala itu, Adsense mencatat pelanggaran ternyata berdasarkan IP Address dari komputer yang mengklik sendiri iklannya. Jadi kalau komputernya belum diganti, membuat seberapa banyak email dan akun pun hasilnya bakal sama saja.

Seiring pengetahuan bertambah kalau blog pun perlu diperbanyak artikelnya agar kunjungan pun meningkat, saat itu sempat terpikir untuk melakukan auto-generated content (AGC). Ya, cara ini memang cara yang cukup mudah meski beresiko tinggi karena blognya bisa di-take down Google. Untunglah cara ini pun belum sempat saya lakukan karena selain saya tak bisa membuat blog AGC, juga ada rasa tidak enak mengambil karya orang lain.

Kesimpulannya, dunia internet dan dunia nyata pun sama-sama sulit dalam mencari uang. Di dunia nyata, kita mesti mencari pekerjaan atau sumber penghasilan, bekerja keras dan cerdas, berkeringat, dan baru kemudian dibayar. Di dunia internet pun sama, kita mencari sumber penghasilan, bekerja keras dan cerdas, berkeringat, dan baru kemudian mendapatkan bayaran. Besar kecilnya uang yang dihasilkan tersebut selalu sepadan dengan kerja keras yang dikeluarkan dan kecerdasan yang dimiliki.

Mekanisme yang sama pun terjadi kalau ada pelanggaran dalam dunia internet. Anonimitas tidak lagi menjadi kamar besi yang bisa melindungi siapapun setelah berbuat salah. Kalau kita melakukan kesalahan di internet, malunya pun sama saja terbawa ke dunia nyata. Jadi kalau di dunia nyata anda adalah orang baik, tetap pertahankan hal tersebut di dunia internet. Dan jika kebetulan anda berniat jahat, ingatlah kalau sepandai-pandainya tupai melompat pastilah akan terjatuh juga.

Jadi silakan hentikan imaji tentang mencari uang di internet itu mudah. Yang terasa mudah itu kalau Allah SWT sudah memberikan jalan rezeki. Misalnya pada awalnya dia selalu gagal dalam bermitra dengan Adsense di blognya, eh dia malah sukses berjualan produk di media sosial maupun e-commerce. Tapi apakah jalan hidup seseorang dalam menggapai kesuksesan itu semudah mencari kata kunci 'mudahnya mencari uang di internet' di Google? Tentu tidak, Ferguso!

Semua membutuhkan niat, usaha, dan doa.... ~tsaaahhh kayak di sinetron religi ya.

Seorang pekerja sosial yang suka dengan gadget dan dunia digital.

7 komentar:

  1. Wah sulitnya diterima AdSense ya mas, sampe berkali-kali di banned. Mencari uang di internet memang gak gampang, harus kerja keras dan kerja cerdas dulu, butuh waktu dan usaha... Intinya semua gak ada yang instan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas, sulit juga. Meskipun sulit dan dapetnya kecil, yang penting gak melakukan hal-hal yang melanggar etika dan hukum.

      Hapus
  2. Wah setuju banget ini. Memang mudah terjebak dalam kata "cara mudah".

    Yang ngisi-ngisi survei itu hati-hati karena data kita bisa saja dijual ke pihak lain lagi.

    SAya kaget di bagian ini: Payoneer menaikkan batas minimalnya senilai $1,000, waduh ... mempersulit banget ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mba, ada aroma jual-beli data di survey-survey itu.

      Ya, Payoneer menaikkan batas refferal-nya, 10 kali lipat hiks...

      Hapus
  3. wah setuju mas, dulu aku juga ikut adsense, namun karena tergiur pengen punya banyak penghasilan, akhirnya saya ikut sebuah group di facebook.
    awalnya kita klik iklan blog teman, dan teman juga ikutan klik. entah kenapa ada yang usil, ada yang melakukan bom klik gitu, akhirnya adsense saya di banned sementara.
    namun masih bisa dibenerin dalam beberapa minggu, namun belum genap 1 bulan, kembali akun adsense saya kebanned, hehehehe..
    ya udahlah, yang penting nulis, toh sebelumnya saya buat blog ini juga sebagai media curhat maupun catatan aja..
    namun untung saja ada sebagian advertiser yang mau nawarin riview atau conten placement gitu, lumayan buat bayar domain pertahunnya..
    Eh kok malah curhat, hehehe Maafken

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduh jahat banget yang ngebom klik. Tapi emang saling klik juga rawan banned sih, hati2 aja buat diluaran sana yang masih gitu.

      Bebaskeuuun mau curhat atau kirim kue... diterima dengan senang hati. Loh kok hehe

      Hapus
  4. permisi suhu, ijinkan ane belajar di blog suhu yang keren ini, maklum niewbi belum begitu paham cari uang di internet ;)

    BalasHapus