Festival Tjimanoek 2019 Indramayu yang Layak Untuk Ditunggu

Setiap bulan Agustus, Indramayu berdandan. Seluruh jalan di wilayah kota ini dipercantik dan pedagang kaki lima yang mengganggu jalan, ditertibkan. Ornamen-ornamen khas dipajang sepanjang jalan menyertai deretan panji merah-putih kemerdekaan.

Ya, Agustus bukan hanya soal peringatan kemerdekaan negara Indonesia. Kota ini pun sedang bersiap-siap menyambut hari lahirnya. Tahun ini, ia berusia 492 tahun. Hampir setengah milenia.

Seremoni utamanya memang baru 7 Oktober, tetapi rangkaian acaranya sudah berlangsung sejak 15 September dan baru akan berakhir sebulan kemudian. Rangkaian acara yang disebut Festival Tjimanoek sejak 2015 ini menjadi tujuan wisata baru yang menarik di Indramayu. Apa isinya?

Tari Randu Kentir dalam Festival Tjimanoek. / Foto: Agus Purnomo.

Festival Tjimanoek memiliki konsep yang hampir serupa dengan Taman Mini Indonesia Indah. Ia menjadi miniatur temporer dari beragam aspek sosial-budaya yang ada di Indramayu. Mulai dari prosesi adat, kesenian, busana, hingga kuliner. Festival ini merangkum seluruhnya dalam satu ruang dan waktu.

Buat yang betul-betul masih belum tahu tentang Indramayu, tentu bakal bertanya-tanya ada apa saja di kota ini? Bakalan worth it enggak kalau melakukan kunjungan wisata kesini? Dan pertanyaan-pertanyaan lain termasuk apabila anda yang dari luar Jawa dan punya tiket pesawat menuju kemari. Saya akan menjelaskannya satu-satu.

Festival Tjimanoek: Manifestasi Penciptaan Ikon Wisata

Indramayu sebetulnya lebih terkenal dengan buah mangga. Namun pelan tetapi pasti, banyak daerah lain yang telah berhasil mengembangkan mangga khas Indramayu. Ini berarti kalau diadakan festival mangga, rasanya sudah tidak relevan sebab buah ini bisa dimiliki siapapun.

Itulah mengapa 'tjimanoek', yang mereferensi sungai yang membelah Indramayu, yang dipakai sebagai nama festival. Ejaan lama yang dipakai inipun bukan tanpa sebab. Ia merujuk pada cimanuk zaman dahulu.

Cimanuk zaman dahulu merupakan kota pelabuhan yang cukup besar. Ia adalah wajah Indramayu zaman dahulu yang jejak-jejaknya masih ada sampai sekarang. Dan jejak sejarah ini tentu tidak dimiliki daerah lain.

Festival Tjimanoek baru dimulai pada tahun 2015 saat peringatan hari jadi Indramayu ke-488. Waktu itu temanya 'gadis ngarot'. Ribuan gadis Indramayu melakukan pawai dengan bersanggul dan dihiasi bunga ala gadis ngarot.

Gadis Ngarot dalam pawai Festival Tjimanoek. / Foto: Diskominfo Indramayu
Ngarot merupakan prosesi adat di Indramayu yang dilakukan sebelum musim tanam padi. Salah satu prosesinya adalah memperkenalkan remaja lelaki dan perempuan dengan peralatan pertanian. Remaja tersebut, terutama sang gadis, dihias sedemikian rupa. Sang gadis diberi hiasan bunga yang ikonis di rambutnya.

Meski temanya 'ngarot', bukan berarti kegiatan sosial-budaya Indramayu lainnya tidak ditampilkan disini. Ada sandiwara, wayang kulit, sintren, dan aneka ragam hiburan rakyat semuanya tampil memeriahkan festival ini. Tema tersebut selalu berganti setiap tahunnya.

Festival Tjimanoek: Parade Busana Kebanggaan Daerah

Pada festival ini juga dimeriahkan dengan pakaian khas, yakni komboran bagi para pria dan kebaya buat wanita. Baju komboran ini mirip dengan baju pangsi khas sunda maupun betawi.

Selain komboran, Indramayu pun memiliki batik tulis complongan dengan motif khas pesisir. Batik complongan ini dibuat dengan teknik khusus dengan membuat motif memakai jarum. Sehingga hasil akhirnya memiliki karakteristik yang berbeda dengan kain batik dari daerah lain.

Batik Indramayu ini banyak dibuat dan dijual di sekitar wilayah Paoman, Margadadi, dan Penganjang. Karena banyaknya pengrajin batik, di pintu masuk ketiga wilayah tersebut dibuat patung pengrajin batik yang bersebelahan dengan titik 0 KM.

Pengrajin kain tenun Gedogan. / Foto: beritadaerah.co.id

Indramayu juga memiliki kain tenun khas yang keberadaannya sebetulnya hampir punah, yakni Kain Tenun Gedogan. Kain tenun ini berasal dari Kecamatan Juntinyuat. Zaman dulu kain ini dipergunakan ibu-ibu untuk menggendong sesuatu.

Beberapa waktu lalu, kain ini dikenalkan kembali oleh pegiat fashion lokal, Fauzi Nugraha. Alhasil kain ini diliput berbagai media massa, dan mengalami lonjakan pesanan yang cukup signifikan.

Festival Tjimanoek: Memanjakan Lidah Pecinta Kuliner

Kuliner Indramayu memang tidak hanya ada pada saat pelaksanaan Festival Tjimanoek saja. Akan tetapi pada festival ini biasanya diadakan makan bersama makanan tertentu secara gratis di pendopo kabupaten.

Pada festival tahun lalu juga diadakan makan bersama 'pindang endas manyung', makanan khas pesisir yang gurih, pedas, dan sedap. Makanan ini merupakan gulai ikan yang berbahan dasar air pindang dan kepala ikan manyung.

Pindang endas manyung.

Di restoran seafood sepanjang pantai Indramayu, biasanya banyak yang menyediakan menu pindang ini selain tentu saja aneka macam ikan bakar yang harganya terjangkau.

Pada dua festival terakhir, ada pula festival jajanan Indramayu yang mengumpulkan seluruh kuliner Indramayu dalam satu wadah. Ada makanan tradisional seperti geblog, blengep, runtang-ranting, jalabiya, dan lain-lain berkumpul jadi satu.

Buat yang doyan makan pecinta kuliner, hati-hati saja kalap melihat makanan enak berjejer dalam satu tempat.

Lantas bagaimana menuju Indramayu? Tenang ada Google Maps. Hehe. Enggak ding becanda.

Sejak terlepas dari jalur pantura karena diganti dengan Tol Cipali, Indramayu terkesan susah diakses. Padahal ya sama saja. Apalagi buat anda yang berasal dari luar Jawa, sekarang sudah ada Bandara Kertajati yang jaraknya empat kali jauh lebih dekat dibandingkan Jakarta-Indramayu.

Untuk ketersediaan tiket, anda bisa mengetahuinya lewat aplikasi Pegi-Pegi. Di aplikasi ini tersedia secara lengkap tiket pesawat yang bisa dipilih sesuai kebutuhan. Sebagai bandara baru, Kertajati - Majalengka pun sudah ada di dalam daftar dengan kode KJT.

Cara memesan tiket pesawat di aplikasi Pegi-Pegi.

Cara memesan tiket pesawat di Pegi-Pegi cukup mudah. Anda tinggal membuka aplikasi Pegi-Pegi di smartphone. Kalau belum ada aplikasinya, ya diinstal dulu dong. Tekan logo pesawat seperti diatas. Kemudian tentukan asal keberangkatan dan tujuan anda, kemudian klik CARI TIKET. Sejurus kemudian tampilan tiket baik maskapai penyedia maupun yang harga tersedia akan muncul.

Tekan salah satu maskapai yang anda pilih. Anda akan dibawa ke halaman untuk melengkapi data. Isi data diri anda sesuai dengan KTP, atau apabila anda memesankan orang lain, isi dengan data orang tersebut. Setelah selesai, klik lanjut. Anda akan dibawa ke halaman pembayaran. Pilih metode pembayaran yang menurut anda paling mudah.

Setelah pembayaran dikonfirmasi, bukti transaksi dan e-ticket akan dikirimkan ke alamat e-mail anda yang terdaftar di Pegi-Pegi. Itu saja. Selamat menunggu jadwal pemberangkatan.

Lalu apakah semua itu worth it, sepadan dengan perjalanan ke Indramayu? Ya tergantung preferensi anda. Buat pecinta aroma pegunungan, mungkin kurang cocok dengan nuansa khas pantai yang bakal cukup dominan disini. Akan tetapi buat anda yang tidak memiliki masalah dengan makanan pedas, cuaca panas, dan nuansa pesisir, Festival Tjimanoek layak dicoba.
Artikel Terkait:

4 Komentar untuk "Festival Tjimanoek 2019 Indramayu yang Layak Untuk Ditunggu"

  1. wah komplit sampai cara mesen tiket juga hehe. sisi lain keren indramayu masih menjaga kultur dan budaya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, harapannya adat budaya tetap lestari.

      Hapus
  2. Festival yang benar-benar layak ditunggu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, festival tjimanoek layak ditunggu.

      Hapus

Silakan sampaikan pendapatnya ya. Maaf dimoderasi buat menghindari spam.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel