Cara Bayar Pajak STNK Lewat Sambara

Sudah tahu semuanya dengan Sambara? Itu loh aplikasi Samsat Mobile Jawa Barat. Kali ini saya akan bercerita pengalaman saya betapa mudahnya membayar pajak motor atau STNK lewat Sambara.

Sepeda motor 125 cc yang saya beli lima tahun silam, harus dibayar pajaknya paling lambat tanggal 16 bulan ini. Namun untuk urusan membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) atau sering disebut pajak STNK selalu bikin malas. Sebabnya satu: antre.


Oh iya, saya tinggal di Jawa Barat. Namun baru tahu kalau sejak April tahun lalu ternyata Polda Jawa Barat bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat merilis Sambara alias Samsat Mobile Jawa Barat. Aplikasi ini bisa diakses melalui aplikasi Android Sambara yang bisa diunduh melalui Play Store.

Jujur saja saya baru menemukan informasi ini di Google kemarin. Dan artikel ini saya tulis berdasarkan pengalaman saya memakai aplikasi Sambara untuk membayar pajak STNK.

Pertama kali menggunakan aplikasi Sambara, saya agak sedikit was-was. "Aduh, jangan-jangan nanti eror, pembayarannya tidak terbaca, dan saya tetap ditilang karena dianggap belum membayar pajak".

Begitulah kira-kira rasa was-was saya ketika mengunduh aplikasinya. Ditambah lagi ketika dibuka banyak menu yang loading-nya cukup lama untuk ukuran aplikasi Android. Tetapi saya berusaha menghilangkan was-was ini.

Oh iya, ada satu hal yang membuat saya meyakini kalau aplikasi ini terintegrasi dengan baik. Pembayarannya ternyata bisa melalui dua marketplace besar di Indonesia, yakni Tokopedia dan Bukalapak. Meski ternyata ada biaya admin sebesar Rp5.000, saya memilih menggunakan marketplace Tokopedia.

Kalau Bukalapak sih, bagaimana? Saya belum tahu. Waktu mencoba Sambara ini, kebetulan saldo OVO saya cukup. Lain soal kalau saldo DANA sedang surplus. He-he-he.

Buat yang mau ikutan membayar lewat Sambara, berikut cara yang saya tempuh kemarin. Sebelumnya silakan unduh dulu aplikasi Sambara di Play Store.


Mendapatkan Kode Bayar


Pertama, pada Menu Utama Sambara silakan klik menu Info PKB & Kode Bayar. Kemudian masukkan nomor polisi kendaraan anda dan klik tombol cari. Aplikasi bakal mengarahkan ke data umum dari nomor tersebut. Data umum terdiri atas merek kendaraan dan tahun pembelian, model, warna plat nomor, pajak dan masa berlaku STNK serta besaran pajaknya.

Selain itu, data lain seperti nomor rangka dan nomor mesin hanya diberikan beberapa angka di depannya saja. Sementara nomor lainnya ditutupi. Pada menu ini, anda juga bisa mengecek nomor plat kendaraan lain untuk mengetahui berapa pajaknya. Apabila bermaksud membayar pajak, pada pertanyaan Lanjut Daftar Online? silakan pilih jawaban Ya.

Menu selanjutnya merupakan isian untuk Nomor KTP atau NPWP. Silakan pilih salah satu. Kemudian masukkan juga pada kolom dibawahnya lima (5) buah digit terakhir dari 17 digit nomor rangka kendaraan anda yang tertera di STNK. Klik proses. Anda akan mendapatkan kode bayar untuk dimasukkan pada layanan pembayaran yang terintegrasi.

Membayar via Tokopedia


Kedua, setelah mendapatkan kode pembayaran silakan menuju ke layanan pembayaran yang tersedia. Saya sudah jelaskan diatas, kebetulan saldo OVO saya cukup untuk digunakan membayar pajak ini. Makanya saya memilih Tokopedia. Buat yang punya saldo di Bank Jabar atau Bank Mandiri, silakan pergunakan yang mana yang paling mudah.

Di Tokopedia, silakan masuk ke menu Top-Up dan Tagihan lalu pilih E-Samsat. Pada menu Pembayaran E-Samsat di Tokopedia, ternyata saya juga baru tahu kalau ada dua provinsi yang pembayaran pajak STNK-nya bisa melalui Tokopedia, yakni Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah. Di Jawa Tengah namanya aplikasi Sakpole. Provinsi lain pun mungkin sudah menggunakan pembayaran digital, tetapi tidak bekerjasama dengan Tokopedia.

Pada menu Tagihan tersebut, silakan pilih terlebih dahulu dari Samsat mana STNK kendaraan anda dikeluarkan. Kemudian masukkan kode bayar yang didapatkan dari Sambara tadi. Terakhir, klik tombol bayar dan bayarlah tagihan tersebut seperti biasa ketika anda berbelanja di Tokopedia. Kalau sudah dibayar, cetaklah bukti pembayarannya buat berjaga-jaga. Sekali lagi, hanya buat berjaga-jaga.

Mendapatkan e-SKKP


Ketiga, silakan kembali lagi ke aplikasi Sambara. Pada menu utama aplikasi ini, silakan klik menu Bukti Bayar. Kalau sudah terbayar, seharusnya ada bukti bayar yang tercantum disana dengan plat nomor kendaraan, Bank BJB, dan dibayar tanggal berapa. Pada mulanya saya bingung, kok Bank BJB bukannya Tokopedia. Ternyata setelah saya lihat lagi Tokopedia pun membayar lewat Bank BJB sehingga muncul biaya admin sebesar Rp5.000.

Buat yang merasa berat menambah biaya admin Rp5.000, bisa kok membayarnya lewat internet banking, SMS Banking, maupun setor tunai langsung ke Bank BJB maupun Bank Mandiri. Eh, tapi saya enggak tahu apakah di kedua bank itu juga dikenakan biaya admin atau tidak. Bank BJB seharusnya tidak ada biaya admin buat membayar pajak di Jawa Barat.


Pada menu Bukti Bayar ini kita akan mendapatkan Surat Ketetapan Kewajiban Pembayaran Elektronik atau e-SKKP. Format filenya PDF dan kita bisa mengunduhnya. Kemudian buat berjaga-jaga, print saja e-SKKP ini dengan cetakan berwarna. Sebab bentuknya mirip dengan STNK.

Mengesahkan STNK Sebelum 30 Hari


Keempat, atau langkah terakhir tinggal pengesahan STNK-nya saja. STNK ini harus segera disahkan selambat-lambatnya 30 hari setelah pajaknya dibayar. Sebab kalau tidak disahkan, kendaraan dinyatakan tidak sah beroperasi.

Saya pun mencari tahu tempat pengesahan STNK tersebut. Di Indramayu, tempat pengesahan STNK bisa dilakukan di Polsek Patrol, Polsek Karangampel, Kantor Cabang Bank BJB, dan tentu saja Kantor Samsat. Untuk daerah lain di Jawa Barat, bisa dilihat di polsek berikut ini atau kantor cabang Bank BJB ini.

Saya pernah mengesahkan STNK ini di Kantor Cabang BJB. Prosesnya mudah, hanya tinggal datang ke CS, dan mereka bakal mencetak e-SKKP tersebut. Pengesahannya hanya distempel oleh CS dengan stempel BJB.




Namun pengesahan di BJB ini tidak bisa lagi. Saya tak begitu tahu sebabnya. Mungkin karena SKKP yang diterima hanya berupa cetakan print saja.

Akhirnya waktu bulan Januari ini, saya mengesahkan motor lain ke Samsat Keliling yang biasa mangkal di depan alun-alun Indramayu pada hari minggu. Prosesnya juga cepat, sebab tidak ada lagi proses bayar.

Motor lain itu pajaknya mati pada tanggal 10 Januari 2020. Sehingga langsung saya bayar terlebih dahulu. Pengesahannya baru saya lakukan seminggu kemudian. Trik ini bisa dilakukan apabila Anda memang tidak sempat ke Samsat pada sebelum jatuh tempo pajak.

Penutup

Aplikasi Sambara ini memang memudahkan wajib pajak untuk membayar pajak kendaraan mereka. Meski tetap harus dilakukan pengesahan yang membutuhkan waktu, tetapi jalur digital yang ditempuh Samsat ini perlu diapresiasi.

Era digital memang sudah seharusnya mengurangi penggunaan kertas. Sehingga terobosan baru untuk membayar pajak kendaraan semestinya bisa dipermudah lagi. Sebab meski Sambara sudah berjalan setahun lebih, namun antusiasme wajib pajak terasa masih minim.

Hal ini dikarenakan banyak yang memilih sekalian membayar di Kantor Samsat tanpa melalui Sambara. Sebab kalaupun lewat aplikasi itu, STNK tetap harus disahkan dan ujung-ujungnya tetap menyita waktu.

Tetapi kini saya sudah membuktikannya kalau lewat Sambara, membayar STNK jauh lebih cepat.

Demikian cara mudah membayar pajak STNK melalui Sambara. Anda punya pengalaman yang sama? Silakan tulis saja di kolom komentar.

4 comments for "Cara Bayar Pajak STNK Lewat Sambara"

  1. Wah info menarik nih. Bayar pajak kendaraan emang sering kelupaan. Tau-tau udah mati pajak aja. Sip deh pokonya

    ReplyDelete
  2. Jadi pengesahan tetap harus ke samsat ya? Gimana dengan yang beda provinsi, apa bisa ke samsat tempat tinggal atau harus ke samsat daerah asa? Mksh infonya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya tetap harus ke Samsat. Bisa Samsat keliling atau gendong. Kalo beda provinsi pake aplikasinya Samolnas, pengesahannya bisa di Samsat mana aja.

      Delete

Post a Comment

Silakan sampaikan pendapatnya ya. Maaf dimoderasi buat menghindari spam.