Cara Menghadapi Paceklik Keuangan dengan Mudah

Awal tahun adalah masa yang kritis bagi pekerja kontrak seperti saya. Sebab selain menunggu keputusan perpanjangan kontrak, honor yang dibayarkan juga biasanya tersendat. Maka salah satu jalan untuk menutupi berbagai kebutuhan biasanya lewat pinjaman.

Saya merupakan pekerja dibawah salah satu kementerian di negeri ini. Proses penagihan ke kantor kas negara selalu tersendat sebab terkendala proses penganggaran keuangan negara di awal tahun. Hal ini terulang setiap tahunnya, sehingga beberapa persiapan harus selalu dimatangkan.

Biasanya pada sepuluh bulan sebelumnya, saya menyisihkan anggaran untuk menghadapi bulan-bulan ‘paceklik’ tersebut. Sebisa mungkin meminggirkan terlebih dahulu opsi mengambil pinjaman. Meski sikap saya sebetulnya sama sekali tidak bisa menabung, namun karena keuangan rumah dipegang istri sehingga ada saja yang bisa disisihkan.

Sayangnya meski persiapan sudah cukup matang, kebutuhan yang diluar perhitungan selalu saja muncul. Misalnya sudah dihitung bakal servis motor yang menghabiskan anggaran sekian, malah ada komponen yang mesti diganti sehingga kebutuhannya membengkak. Begitupun misalnya hal-hal diluar prediksi yang terpengaruh oleh alam.

Pada bulan Desember, Januari, hingga Februari biasanya selalu dibarengi dengan musim hujan. Tanpa diketahui sebelumnya, biasanya ada saja genteng yang bocor di beberapa titik. Meskipun bisa diperbaiki tanpa memanggil tukang, tetap saja genteng yang retak perlu diganti maupun diberi cat perekat anti air.

Kebutuhan-kebutuhan yang serba mendadak itu mengharuskan saya mengambil opsi yang sebelumnya dipinggirkan. Ya, opsi meminjam. Namun persoalan ini sebetulnya bukan persoalan mudah juga. Sebab sebagai pekerja yang SK-nya tidak laku dan agunan yang masih atas nama orang lain cukup menyulitkan untuk mengambil pilihan ini.

Jadi, kalau sudah mepet apakah bakal meminjam ke saudara, tetangga, dan teman? Oh, tidak semudah itu, Ferguso! Proses meminjam ke para pihak tersebut, selain gengsi, juga bisa memicu masalah lain yang kerap tidak disangka-sangka. Sehingga lebih baik datang ke lembaga simpan-pinjam.

Sayangnya berurusan dengan lembaga semacam ini juga cukup merepotkan. Selain mesti datang ke kantor mereka, kita juga perlu menyiapkan berbagai macam persyaratan yang harus diurus hingga tingkat kelurahan.

Untunglah pada zaman digital ini telah hadir berbagai kemudahan untuk memangkas ruang dan jarak dalam urusan peminjaman. Kita diperbolehkan untuk tidak hadir ke kantor mereka. Dengan hanya memberikan persyaratan yang diminta, pinjaman yang diminta akan dicairkan dalam waktu kurang dari tiga hari saja.

pinjaman cekaja

Kebetulan sebagai bentuk persiapan untuk menghadapi ‘paceklik’ beberapa bulan depan, saya sudah mencari tahu salah satu produk dari CekAja. Platform fintech yang bermarkas di Jakarta ini memiliki produk yang saya perlukan.

Platform ini memiliki lima jenis produk yang masing-masing dibedakan berdasarkan jumlah pinjaman, tenor, suku bunga, jaminan, dan tujuan pembiayaan. Yang saya incar untuk kebutuhan yang dimaksud adalah Kredit Tanpa Agunan (KTA).

Selain KTA, CekAja juga memiliki Kredit Karyawan yang mensyaratkan SK Pengangkatan dan slip gaji. Lalu ada Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), Kredit Pemilikan Rumah (KPR), dan Pinjaman Usaha buat anda yang membutuhkan modal untuk membangun atau mengembangkan usaha.

Plafon yang disediakan pun beragam. Nominalnya dimulai dari Rp5 juta hingga Rp300 juta. Apabila anda memiliki jaminan, maka kredit yang diberikan juga bisa lebih besar lagi selaras dengan jaminan tersebut. Tenor yang ditawarkan juga cukup panjang, bisa sampai 20 bulan.

Syarat umum untuk mengajukan kredit di CekAja terdiri dari beberapa item, antara lain:

  1. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  2. Fotokopi Kartu Keluarga (KK)
  3. Fotokopi BPKB kendaraan (opsional)
  4. Fotokopi Kartu Kredit (opsional)
  5. Slip gaji

Untuk penentuan suku bunga cukup berbeda-beda. Hal ini disesuaikan dengan ada tidaknya jaminan yang diberikan oleh peminjam. Meski begitu, CekAja juga menjamin kalau bunga yang ditawarkan bakal lebih rendah dibandingkan platform sejenis.

Buat anda yang juga tertarik untuk mencari tahu lebih lanjut soal Cek Aja. Atau siapapun yang memiliki kondisi yang sama dengan saya, silakan cek saja di https://www.cekaja.com/kredit-tanpa-agunan untuk mencari informasi lebih lanjut.
Artikel Terkait:

5 Komentar untuk "Cara Menghadapi Paceklik Keuangan dengan Mudah"

  1. Gmn dong kalo kita yang selalu paceklik, jarang panen PO :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangat bang! PO-nya kan udah tiap bulan dari BMKG hihi

      Hapus
  2. Sekarang mah jaman udah canggih. Asal ada e-KTP bisa pinjem online dimana aja. Yang paling penting lagi, bayarnya yang tertib.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, bener banget. Yang penting bayarnya tertib.

      Hapus
  3. Makin kesini nyari pinjaman makin mudah

    BalasHapus

Silakan sampaikan pendapatnya ya. Maaf dimoderasi buat menghindari spam.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel