Misi Christophe Piganiol Korea kepada Mahasiswa Indonesia

Nama Christophe Piganiol mungkin belum familiar bagi telinga orang Indonesia. Begitu juga dengan Zuellig Pharma. Namun seharusnya banyak yang pernah mendengar PT.Anugerah Pharmindo Lestari (APL), sebuah perusahaan distributor obat-obatan dan suplemen yang lumayan merajai pasar Indonesia.


Zuellig Group


Ketiga nama itu sejak dulu berhubungan cukup erat. Anugerah Pharmindo Lestari merupakan anggota dari Zuellig Pharma, sebuah anak usaha dibawah perusahaan holding Hongkong, yakni Zuellig Group. Zuellig Group sendiri pada mulanya didirikan oleh keluarga Zuellig asal Swiss yang sudah berdagang di wilayah Asia sejak 1850.

Zuellig Group berkembang. Tahun demi tahun mereka merambah berbagai macam bisnis. Namun bisnis di bidang distribusi obat-obatan tetap menjadi andalan sejak dulu. Zuellig Pharma menjadi bendera yang menyebarkan Zuellig Group ke berbagai arah. Anak usaha ini bermarkas di Singapura.

Zuellig Pharma ini betul-betul besar di Asia. Salah satu cabangnya juga ada di Korea. Zuellig Pharma Korea inilah yang pernah dipimpin oleh Christophe Piganiol. Setelah dua tahun sembilan bulan menjabat sebagai CEO disana, ia pun pindah menjadi Presiden Direktur Anugerah Pharmindo Lestari sejak November 2018.

Anugerah Pharmindo Lestari


Sudah dijelaskan diatas kalau Anugerah Pharmindo Lestari merupakan anggota dari Zuellig Pharma. Perusahaan persero ini menjadi distributor obat, suplemen, dan peralatan medis yang menyuplai rumah sakit dan apotek di seluruh Indonesia. Ya, skalanya sangat besar buat Anda yang kerap membeli obat secara eceran. Sehingga anda boleh jadi jarang mendengar namanya.

Merajanya Anugerah Pharmindo Lestari sebagai distributor obat-obatan berkat usianya yang memang sudah matang. Perusahaan swasta nasional ini didirikan sejak 1 April 1985. Zuellig Pharma kemudian mengakuisisinya menjadi perusahaan swasta asing pada tahun 2006. Mulai saat itu, APL terkoneksi dengan puluhan cabang Zuellig di seluruh Asia.

Saat ini APL menempati markas di Cowell Tower Lt 12 Jalan Senen Raya No. 135 Jakarta Pusat. Pada tahun 2018, APL mendapat predikat sebagai salah satu tempat bekerja terbaik di Asia bersama 20 perusahaan lain di Indonesia.



Kehadiran Christophe Piganiol


Kedatangan Christophe Piganiol Korea ke Indonesia tentu memiliki misi bisnis yang cukup rasional. Pria asal Pau, Perancis ini dikenal sebagai sosok yang kreatif dalam membawa Zuellig Pharma Korea konsisten di jajaran papan atas distributor obat. Posisi perusahaan ini tetap stabil meski beberapa masalah yang cukup pelik kerap menerpa. Tokoh kuncinya ya orang ini.

Melihat kesuksesannya dalam mengarungi gelombang di Korea membuat manajemen Zuellig Group membawanya ke tanah air. Kalau diingat-ingat, pada tahun 2018 Indonesia pernah ramai soal vaksin palsu yang dipergunakan di berbagai rumah sakit. Anugerah Pharmindo Lestari pun sempat terseret dalam pemberitaan karena menjadi pemain dalam industri distribusi obat-obatan.

Beberapa bulan kemudian Christophe Piganiol pun masuk sebagai presiden direktur di APL. Ia membawa misi baru bagi gerak langkah perusahaan. Misi tersebut adalah peningkatan kepedulian perusahaan terhadap perkembangan medis di Indonesia, terutama kolaborasi dengan mahasiswa dari berbagai universitas.

Aksi Christophe Piganiol


Sejak Agustus 2019, Christophe Piganiol mendesain semacam beasiswa pelatihan bagi mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di tanah air. Pelatihan tersebut berdurasi 14 bulan dan bertujuan mencetak para mahasiswa menjadi profesional di bidang industri farmasi.

Seleksi beasiswa tersebut ternyata diminati oleh 5.567 mahasiswa. Sementara yang terpilih hanya 7 orang saja. Dari ketujuh ini mereka berasal dari Undip, UI, IPB, UGM, dan Untar. Setelah dilatih, mereka bakal mendapat pengalaman sebagai profesional di industri farmasi bersama APL dan Zuellig Pharma.

Sebelumnya, Christophe Piganiol juga membuka program magang dan beasiswa bagi puluhan mahasiswa jurusan farmasi UI dan ITB. Harapannya dengan kegiatan ini bisa membawa para mahasiswa itu mampu beradaptasi dengan kompleksitas kondisi geografi dan lingkungan yang multikultur di Indonesia.

Sebab dengan adaptasilah, kata Christophe Piganiol, APL bisa tetap berjaya di pasar obat-obatan. Dan ini tentu perlu kesinambungan kontribusi pikiran dan kreativitas generasi muda yang brilian.
Bang Doel Seorang pekerja sosial yang suka dengan gadget dan dunia digital. Untuk kontak silakan hubungi doeljani.indramayu@gmail.com.

3 Responses to "Misi Christophe Piganiol Korea kepada Mahasiswa Indonesia"

  1. Nama Christophe Piganiol benar benar asing bangets bagi saya mas.. Membaca aksi yg dilakukan oleh Christophe Piganiol ini menjelaskan kepada kita bahwa beliau sangat berjasa dalam industri farmasi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, profesionalisme Christophe Piganiol ternyata membawa imbas positif buat regenerasi profesi medis tanah air ya.

      Delete
  2. saya menarik dengan kalimat terakhir yaitu adaptasi. Ya memang dengan adapsilah kita bisa hidup dan menaklukan dunia. Kadang banyak yang menolak lingkungan baru lalu kalah, padahal yang perlu dilakukan adalah adaptasi

    ReplyDelete
Silakan sampaikan pendapatnya ya. Maaf dimoderasi buat menghindari spam.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel