Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

8 Media Promosi Online untuk Suksesnya Usaha Anda

Di zaman yang serba digital ini, ketika internet mudah dijangkau oleh banyak orang, maka dunia usaha pun berubah. Selain terciptanya pasar online, dimana penjual dan pembeli bertemu di platform pasar internet, media promosi online pun tercipta untuk mengenalkan produk.

Jual-beli lewat online ini sangat bermanfaat terutama ketika dunia dilanda pandemi Covid-19 di tahun 2020. Ketika orang-orang menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi bepergian, maka belanja online pun menjadi pilihan.

Saat seperti itulah kesempatan bagi para pemilik produk, baik yang memang sudah menjadi penjual produk sejak lama, ataupun mereka yang baru memulai karena pekerjaan sebelumnya terdampak pandemi. Mereka menjajakan produk yang dimilikinya lewat media online yang bisa diakses.

Para pemilik produk itu mengenalkan produknya lewat akun Facebook yang biasa mereka pakai. Ya, bukan hanya Facebook. Pokoknya segala macam media sosial mereka pergunakan agar seluruh jaringan pertemanannya bisa mengetahui kalau ia sedang jualan.

Mereka sebetulnya sudah melakukan apa yang disebut promosi online. Facebook, sebagai salah satu media sosial, merupakan media promosi online yang dipakainya. Lantas, apakah Facebook dan media sosial lainnya saja yang disebut media promosi online? Oh, tentu tidak.

media promosi online

Pengertian Promosi Online

Promosi online adalah segala macam tindakan untuk mengenalkan produk, baik berupa barang maupun jasa, di berbagai macam saluran internet. Artinya, kalau berbicara berbagai macam saluran internet, maka kita berbicara seluruh platform yang ada di internet yang bisa dipergunakan untuk mengenalkan produk tersebut.

Sebagai sebuah ilmu, promosi merupakan sebuah cara dalam praktik ekonomi untuk mengenalkan sebuah produk dalam mencapai keuntungan. Sehingga biaya yang dikeluarkan tidak lebih besar daripada laba yang bakal dihasilkan dari konversi penjualan produk tersebut.

Untuk menemukan rasio biaya promosi, maka Anda mesti membagi biaya promosi dengan total keuntungan bersih dari penjualan produk. Akan tetapi, rasio ini bisa jadi sangat berbeda antara produk yang satu dengan produk yang lain. Misalnya perusahaan produk komputer memiliki rasio promosi 1% saja sementara pengelola taman hiburan bisa mencapai 6%.

Yang patut dicatat adalah rumusan dasarnya tentu biaya promosi tidak boleh lebih besar daripada keuntungan bersih. Beberapa pakar memberi toleransi hingga maksimal 20%. Eh, tapi ada istilah 'membakar uang' bagi startup dimana biaya promosi mereka gila-gilaan. Dan ini tentu mesti dibahas secara khusus.

Media Promosi Online

Memasuki dunia digital dimana internet sudah dipergunakan oleh lebih dari separuh penduduk Indonesia, atau sekitar 170 jutaan, maka promosi pun mulai merambah kesini. Media promosi online mulai bervariatif.

Dulu tentu kita mengenal model iklan banner di beberapa situs berita atau blog-blog pribadi. Iklan dengan file .jpeg itu memang terkesan membosankan dan membuat situs jadi kurang menarik. Kemudian model iklan banner ini tenggelam dengan iklan native atau native ads. Lalu muncul varias-variasi lain yang membuat penjual produk punya banyak pilihan pada media promosi online.

Lalu apa sajakah media promosi online yang bisa dicoba oleh para pemilik produk? Demikian beberapa diantaranya:

1. Facebook Ads

Mengenalkan produk melalui postingan di akun Facebook pribadi memang gratis dan lebih mudah. Tapi sejak algoritma Facebook dirubah beebrapa tahun kemarin, maka postingan di akun pribadi maupun fanpage biasa kerap tenggelam dan tidak maksimal menjangkau banyak orang.

Untuk itulah saya lebih menyarankan kepada para pemilik produk untuk menggunakan Facebook Ads. Yang pertama mesti disiapkan tentu saja biaya iklan, kemudian fanpage, dan ketiga pemahaman tentang cara beriklan di Facebook Ads.

Cara beriklan di Facebook Ads sebetulnya mudah, hanya saja perlu sedikit pengetahuan agar produk yang dijual bisa menarget pangsa pasar yang tepat.

2. Optimasi tagar di Instagram

Kalau Anda memilih beriklan dengan Facebook Ads, iklan tersebut bisa diatur sehingga muncul di Instagram. Ya namanya juga satu produk. Tapi Anda bisa menggunakan fitur tagar di Instagram untuk mengoptimasi postingan agar dijangkau oleh banyak orang.

Misalnya Anda memiliki produk kopi Lampung, maka menggunakan tagar #kopi #kafe #senja #kopilampung #coffeelover dan lain-lain sangat dianjurkan daripada menggunakan tagar yang sedang trending.

Yang perlu dilakukan pertama buat Anda yang bakal mempromosikan produk lewat Instagram adalah mengubah jenis akun Instagram dari akun personal menjadi akun bisnis. Ya siapa tahu nanti Anda juga berminat untuk menggunakan fitur Instagram Ads.

Oh iya, fitur Instagram Business juga bukan hanya buat beriklan saja, tapi bisa melihat jumlah jangkauan yang dicapai dari sebuah post di media sosial ini.

3. Twitter Ads, "Twitter, do your magic!", dan Panjat Tagar

Twitter juga menyediakan fitur Twitter Ads di platform mereka. Dengan konsep native ads yang sama dengan media sosial lainnya, Twitter memberikan kesempatan bagi produk pengiklan untuk tampil di daftar trending maupun linimasa.

Nah, buat yang tidak sanggup membayar iklan, bisa kok dengan membuat postingan menggunakan thread "Twitter, do your magic". Silakan terapkan segala jurus copywriting yang Anda miliki. Namun kalau tidak sanggup, Anda bisa menumpang twit di thread yang sedang viral.

Untuk sekadar meningkatkan engagement, Anda juga bisa menumpang di tagar yang sedang trending. Silakan post jualan Anda, kemudian tuliskan juga kata-kata yang sedang trending di daftar trending topic. Cara ini memang mujarab buat meningkatkan engagement, tapi tidak terlalu bagus buat konversi kecuali trending-nya sedang pas.

4. Memanfaatkan SEO

Search Engine Optimization (SEO) memang media promosi online yang paling legendaris. Hanya perubahan algoritma mesin pencari saja yang mampu menundukkan para jagoan-jagoan SEO dalam menempatkan situsnya di SERP mesin pencari.

SEO dipakai dalam memperebutkan ranking di halaman pertama mesin pencari, terutama Google. Sebab mayoritas pengguna mesin pencari hanya membuka halaman pertama saja dari keseluruhan halaman pencarian dari kata kunci yang dicarinya.

Situs-situs yang bertengger di halaman pencari bisa saja situs utama dari produk tersebut, bisa juga situs yang dititipi ulasan dari produk tersebut. Keduanya memiliki teknik yang berbeda.

Ketika situs utama dari produk diharapkan muncul di halaman pertama, biasanya membutuhkan 'bantuan' dari backlink. Nah backlink ini bisa didapatkan secara gratis atau melalui situs jual-beli backlink seperti Vira,id, Sosiago, Rajabacklink, dan lain-lain.

SEO ini diperlukan buat Anda yang membutuhkan traffic kunjungan jangka panjang. Sebab kalau untuk tujuan jangka pendek dan cepat, Anda mesti memakai Google Ads.

5. Memakai Google Ads

Kalau masih belum optimal dengan memanfaatkan jasa SEO, maka agar situs produk tersebut muncul di halaman pertama bisa 'dipaksa' dengan memakai Google Ads. Dengan memanfaatkan Google Ads, maka situs tersebut bisa berada di posisi paling atas ketika pengguna mencari kata kunci yang ditarget. Ya, tetap ada tulisan "Ads" untuk menandakan itu bukanlah hasil pencarian yang sebenarnya.

Pemilik produk yang beriklan di Google Ads juga bisa memunculkan produknya di situs-situs yang bekerjasama dengan Adsense. Jadi, kalau Anda memasang iklan di Google Ads, sangat mungkin iklan Anda juga tampil di blog saya. Bisa juga tampil di channel YouTube, GMail, dan aplikasi Android.

6. Banner Ads di Situs Besar

Iklan banner memang sedang mati suri. Tapi ia masih tetap dipakai di beberapa tempat. Bahkan Adsense juga masih memakainya. Banner ads juga masih dipakai oleh situs-situs berita besar yang kunjungan per-harinya bisa mencapai jutaan orang.

Penggunaan iklan banner di media digital ini memang masih dipakai untuk konsep iklan interstitial, iklan infinity, maupun sekadar banner penghias sudut kosong saja. Intinya kalau Anda memang punya budget cukup banyak, silakan kunjungi pengelola situs-situs besar dan gelontorkan biaya promosi Anda disana.

7. Push promote di marketplace

Banyak kisah sukses penjual produk yang bermunculan berkat kehadiran marketplace seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, Bukalapak, Bli-Bli, dan lain-lain. Produknya mendapatkan banyak konversi positif semenjak ditaruh di marketplace tersebut. Namun tentu saja setiap pasar memiliki kompetitor.

Untuk mengatasi kompetitor, Anda bisa memakai fitur push promote atau mempromosikan jualan dengan memanfaatkan iklan internal di marketplace tersebut. Penjual bisa membayar untuk mendapatkan slot yang terlihat oleh pengunjung.

8. Menyewa Jasa Influencer

Influencer saat ini menjadi profesi baru. Orang-orang dengan follower banyak yang berpengaruh di media sosial banyak disewa untuk mengenalkan produk kepada khalayak yang lebih luas.

Anda juga bisa menyewa jasa influencer ini untuk meng-endorse produk Anda. Yang penting untuk dicatat adalah Anda sudah memiliki konsep pasar dan influencer tersebut cocok dengan target pasar yang bakal digarap.

Penutup

Demikianlah beberapa media promosi online yang bisa dipergunakan oleh Anda untuk memasarkan produk. Jika Anda tidak memiliki waktu, bisa juga sekaligus menyewa jasa untuk mempromosikan produk. Perusahaan besar biasanya memaka agency untuk membantu mereka memasarkan produk di berbagai media promosi, baik online maupun offline.

Jika Anda memiliki produk, alangkah lebih baik mencoba satu-persatu saja terlebih dahulu dari media promosi online yang tersedia. Pilihlah yang paling mudah, budget rendah, dan paling efektif. Setelah dirasakan sukses, silakan pertahankan sambil mencoba peluang dengan mempromosikan produk di media lainnya.

Post a Comment for "8 Media Promosi Online untuk Suksesnya Usaha Anda"